Minggu, 31 Mei 2015

Teori yang Berhubungan dengan Sistematika Penulisan Ilmiah



ISI DAN MATERI
Isi dari Tulisan Ilmiah memenuhi aspek-aspek berikut ini :
1. Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
2. Mempunyai pokok permasalahan dan batasan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin, memenuhi kaidah penelitian ilmiah.



Ø  KAIDAH PENULISAN
Dalam penyusunan Penelitian Ilmiah harus memperhatikan kaidah sebagai berikut: 
1.      Asli, yaitu karya tulis ilmiah merupakan hasil pemikiran penulis sendiri bukan plagiasi, jiplakan atau disusun dengan tidak jujur. 
2.      Manfaat, yaitu karya tulis ilmiah memiliki urgensi karena diperlukan, dan mempunyai nilai manfaat pada masing-masing bidang sesuai jenis jabatan fungsionalnya. 
3.      Substansi, yaitu materi karya tulis ilmiah yang disajikan harus merupakan bagian dari tugas utama masing-masing pejabat fungsional.
4.      llmiah, yaitu karya tulis ilmiah didasari oleh kaidah keilmuan yang memiliki struktur logika dan terbuka terhadap pengujian kebenaran. 
5.      Konsisten, yaitu karya tulis ilmiah relevan dengan lingkup tugas utama masing-masing pejabat fungsional.
6.      Objektif, yaitu penulis tidak boleh:
a.       Mengganti fakta dengan dugaan;
b.      Menyembunyikan kebenaran dengan menggunakan makna ganda (ambiguitas);
c.       Berbohong dengan mengacu data statistik;
d.      Memasukkan dugaan pribadi dalam karya tulisnya.

Ø  STRUKTUR TULISAN ILMIAH
Susunan struktur Tulisan Ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Bagian Awal
2. Pendahuluan
3. Tinjauan Pustaka/ Landasan Teori.
4. Gambaran Umum Perusahaan 2 s/d 7
5. Analisa dan Hasil/ Perancangan dan Implementasi Bagian Pokok
6. Penutup (yang terdiri dari Simpulan dan Saran)
7. Daftar Pustaka
8. Bagian akhir


1. Bagian Awal

Bagian Awal, terdiri atas :
Ø  Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Tulisan Ilmiah standar Universitas Gunadarma.
Ø  Lembar Pengesahan
Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan
Pembimbing, Kasubag. PI, serta Ketua Jurusan, sesuai dengan jurusan masing-masing.
Ø  Abstrak dan Abstract
Berisi ringkasan dari tulisan. Maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris.
Ø  Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan
penelitian tulisan ilmiah yakni : Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Kasubag PI,
Pembimbing, Perusahaan, Keluarga, Rekan-rekan, dan lain-lain.
Ø  Daftar Isi (dibuat dalam 2 turunan penomoran, lihat di bagian belakang petunjuk ini).
Ø  Daftar Tabel
Ø  Daftar Gambar Bila ada
Ø  Daftar Lampiran


2. Pendahuluan

Pendahuluan menguraikan pokok persoalan, terdiri dari :
Ø  Latar Belakang
Menguraikan mengapa penulis sampai kepada pemilihan topik permasalahan yang
bersangkutan.
Ø  Batasan Masalah/ Ruang Lingkup
Memberikan batasan yang jelas bagian mana dari persoalan yang dikaji.
Ø  Tujuan
Menggambarkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban
terhadap masalah yang diteliti.
Ø  Metode Penelitian
Bagian metode penelitian menjelaskan secara rinci setiap kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan yang sudah diuraikan pada bab 1. Bagian ini juga menjelaskan peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian (jika ada). Inti dari bagian ini adalah pembaca dapat melakukan ulang persis seperti peneliti lakukan berdasarkan uraian yang diberikan peneliti dalam bagian ini. Semua langkah-langkah yang dilakukan tidak boleh ada yang ditutupi, dan dijelaskan secara kronologis dan sistematis. Untuk penelitian ilmu komputer, bagian ini dapat diisi dengan uraian peralatan yang dibutuhkan, algoritma/ metode yang digunakan, prosedur implementasi (mengacu pada SDLC).
Contoh bagian Metode Penelitian yang dapat digunakan sebagai rujukan (tidakmutlak harus seperti ini, tergantung dari kebutuhan masing-masing):

Perangkat yang Dibutuhkan
Contoh:
Penelitian ini membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah satu (1) unit komputer pribadi lengkap dengan spesifikasi minimum........Perangkat lunak yang dibutuhkan adalah......

Prosedur Pembuatan Aplikasi
Pada bagian ini dijelaskan prosedur pembuatan aplikasi dengan detil, bukan pembuatannya. Contoh:
Pembuatan aplikasi dilakukan dalam beberapa tahap:
1. pembuatan rancangan input. Rancangan input dibuat menggunakan algoritma....(kalau ada khusus dari teori yang digunakan, jangan dijelaskan rancangan inputnya di sini).
2. pembuatan rancangan output. Rancangan output dibuat menggunakan algoritma....(kalau ada khusus dari teori yang digunakan, jangan dijelaskan rancangan outputnya di sini).
3. pembuatan logika pemrograman. Logika program dibuat menggunakan bentuk diagram alur.
4. pembuatan naskah program. Naskah program dibuat menggunakan bahasa pemrograman.

Uji Coba Aplikasi
Dijelaskan dengan detil bagaimana uji coba aplikasi dilakukan dan apa yang diamati dalam uji coba tersebut. Contohnya:
Uji coba aplikasi didahului dengan proses debugging. Program yang sudah valid dan terverifikasi, selanjutnya dijalankan selama ... kali. Hal yang diperhatikan selama berjalannya program adalah konsistensi output yang dihasilkan..........dst...dst.

Sistematika Tulisan Ilmiah
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Tulisan Ilmiah, dibuat/ diurai
dalam paragraf.


3. Tinjauan Pustaka

Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dan lainlain), yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya. Dapat pula ditambahkan Tool/ Program penunjang yang digunakan untuk membantu penelitian, sebatas sejarah perkembangan, kelebihannya, keuntungan dan keterbatasan tool. Tidak perlu memasukkan manualnya. Dianjurkan untuk memasukkan minimal satu artikel (dari jurnal/ prosiding) yang mendukung. Penunjukkan referensi perlu dimasukkan jika pada bab ini dikutip.


4. Gambaran Umum Perusahaan (untuk yang melakukan penelitian/ kerja praktek di
perusahaan)

Menguraikan secara singkat profil perusahaan tempat dilakukannya kerja praktek/ penelitian. Dibuat bab sendiri (tidak termasuk dalam landasan teori).


5. Analisa dan Hasil ATAU Perancangan dan Implementasi

Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab (misalnya Bab 3 dan Bab 4) tergantung
kebutuhan :
Ø  Hasil Penelitian (Analisis Perusahaan)
Menguraikan hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dengan penelitian.
Ø  Perancangan dan Implementasi
Menguraikan tentang perancangan dari aplikasi yang akan dibuat, dapat berupa tampilan rancangan layout input, output atau hasil dan menguraikan bagaimana cara membuat aplikasi tersebut, berikut tampilan hasilnya. Setiap hasil berupa gambar ataupun tabel, diceritakan atau dideskripsikan. Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak disebutkan untuk penggunaan akhir dari aplikasinya. Jika membuat situs, ada bagian tersendiri untuk menceritakan cara menggunggah situs. Jika melakukan uji coba program ditambahkan bagian tersendiri hasil kuesioner preferensi user


6. Penutup

Ø  Simpulan
Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada Bab 1, yang diperoleh dari penelitian.
Ø  Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan pengembangan penelitian.
Saran lebih ditujukan bagi pengembangan dari aplikasi atau situs.


7. Daftar Pustaka (menggunakan sistem Harvard, author-date style)

Ø  Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dan lain-lain), yang digunakan dalam
Tulisan.
Ø  Berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Untuk
setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan.
Ø  Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan (dibalik).
Nama pengarang Indonesia (ras ASIA) ditulis normal (tidak dibalik).
Ø  Gelar tidak perlu dituliskan.
Ø  Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri). Jarak antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak 2X enter.
Ø  Semua nama pengarang ditulis lengkap.
Ø  Tahun terbit disarankan minimal tahun 2005 (maksimal 10 tahun di belakang), kecuali pustaka yang ‘langka’.
Ø  Sumber pustaka lainnya dari jurnal/ prosiding atau internet non formal.
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.


8. Bagian Akhir

Ø  Daftar Simbol
Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan di dalam tulisan, lengkap dengan
keterangannya.
Ø  Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagianbagian terkait sebelumnya.


 TEKNIK PENULISAN
 
1. Penomoran Bab serta subbab
Ø  Bab dinomori dengan menggunakan angka latin.
Ø  Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/
subbab dimana bagian ini terdapat.
Contoh :
2. JUDUL BAB
2.1. Judul Subbab
2.2. Judul Subbab

2.2.1. Judul Sub-Subbab
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran
font 12, tebal.
- Judul Subbab ditulis dengan font style bold (cetak tebal), dimulai dari sebelah kiri, huruf
pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti
preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”);
kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).


2. Penomoran Halaman
Ø  Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).
Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
Ø  Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
Ø  Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.


3. Judul dan Nomor Gambar/ Grafik dan Tabel
Ø  Judul gambar/ grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar.
Ø  Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
Ø  Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan,
contoh : Gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab 3.
Ø  Penunjukkan gambar dan tabel dengan menyebutkan nomornya, misal “ ..... yang ditunjukkan pada Gambar 3.1.“, TIDAK BOLEH “..... yang ditunjukkan pada gambar di atas/ bawah“.


4. Format Pengetikan
Ø  Menggunakan kertas ukuran A4.
Ø  Margin Atas : 3 cm, Bawah : 3 cm
Ø  Margin Kiri : 4 cm, Margin Kanan : 3 cm
Ø  Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAK dan ABSTRACT hanya 1 spasi)
Ø  Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
Ø  Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal, Huruf Kapital, Isi 12 / Normal,Subbab 12 / Tebal


5. Format Lain
Ø  Tidak boleh ada singkatan, misal dll, sbb, a.l; harus diuraikan; dan lain-lain, sebagai
berikut, antara lain.
Ø  Untuk singkatan lain, perlu disebutkan satu kali kepanjangannya baru singkatannya,
untuk selanjutnya boleh digunakan singkatannya saja, misal Video Display Unit(VDU).
Ø  Sedapat mungkin, kata asing di-Indonesia-kan. Jika belum ada kata serapannya, kata
asing tersebut dibuat dalam font italic.
Ø  Tidak boleh ada kata ganti orang dalam tulisan, misal Anda, Kita, Kamu.
Ø  Buat/ ubah kalimat menjadi kalimat informasi atau kalimat berita/ ilmiah.


6. Hasil Tulisan/ Kerja Praktek :
Ø  Diseminarkan dengan membawa bahan/ materi presentasi yang dibuat dalam format file
presentasi, baik dalam bentuk softcopy (disimpan dalam flashdisk/ CD) maupun dalam
bentuk hardcopy (dicetak pada lembar plastik transparansi)
Ø  Dijilid berbentuk buku (3 eksemplar untuk penguji, boleh asli atau fotokopi) dengan
jumlah halaman bagian pokok paling sedikit 50 (limapuluh) halaman tidak termasuk
cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan lampiran
Ø  Diketik dengan menggunakan aplikasi pengolah kata legal atau open source antara lain : Office, Open Office, LaTeX, dsb dengan mengikuti aturan ini
Ø  Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)



Referensi:
Ø  Budi, Anang. 2013. “Kaidah, Tata Cara, Sistematika Penulisan, dan Format Penyajian Karya Tulis Ilmiah”.
Ø  Wirawan, Setia. “Petunjuk Penulisan Ilmiah Jurusan Sistem Informasi”. Dalam http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.25


Rabu, 01 April 2015

HIPOTESIS (pengertian, kegunaan, ciri, macam)


Pengertian Hipotesis.

Pengertian Hipotesis Dalam Penelitian. Hipotesa berasal dari penggalan kata ”hypo” yang artinya ”di bawah” dan thesa” yang artinya ”kebenaran”, jadi hipotesa yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia menjadi hipotesa dan berkembangan menjadi Hipotesa.

Pengertian Hipotesa menurut Sutrisno Hadi adalah tentang pemecahan masalah. Sering kali peneliti tidak dapat memecahkan permasalahannya hanya dengan sekali jalan. Permasalahan itu akan diselesaikan segi demi segi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk tiap-tiap segi, dan mencari jawaban melalui penelitian yang dilakukan.

Kegunaan

Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnyapenelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:

1.      Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti  kerja teori. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Misalnya, sebab dan akibat dari konflik dapat dijelaskan melalui teori mengenai konflik.
2.      Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.
3.      Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salahnya dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar, sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok, yakni:
§  Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi. Oleh sebab itu, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan penelitian.

§  Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional. Aturan untuk, menguji satu hipotesis secara empirs adalah harus mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pasti variabel independen dan variabel dependen.

§  Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi, ukuran, atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna.

§  Hipotesis harus bebas nilai. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subyektivitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis.

§  Hipotesis harus dapat diuji. Untuk itu, instrumen harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diliputi. Kemudian, hipotesis dapat diuji dengan metode yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yang bersih, bebas nilai, dan spesifik, serta menemukan bahwa tidak ada metode penelitian untuk mengujinya. Oleh sebab itu, evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya, baik metode pengamatan,  pengumpulan data, analisis data, maupun generalisasi.

§  Hipotesis harus spesifik. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti, positif dan negatif). Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif. Selanjutnya, hubungan tidak bebas dari wakturuang,  atau unit analisis yang jelas. Jadi, hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel, sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan.

§  Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit.

Jenis/Macam Hipotesa

Menurut Suharsimi Arikunto, jenis Hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :

Ø  Hipotesa Kerja, atau disebut juga dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y,  atau  adanya perbedaan antara dua kelompok.

Ø  Hipotesa Nol (Null hypotheses) Ho. Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa statistik,karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat penulis kemukakan bahwa dalam  penelitian ini penulis mengajukan hipotesis kerja dan hipotesis nihil (nol).

Ø  Hipotesis Kerja (H1)” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks lebih  efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan  Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.

Ø  Hipotesis Nihil (H0)” Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks tidak efektif dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.


sumber:


METODE ILMIAH, KARAKTERISTIK, LANGKAH ILMIAH, DAN SIKAP ILMIAH


Apa itu metode ilmiah?  Seiring dengan perkembangan teknik perumusan masalah, berbagai fenomena alam dapat dijelaskan melalui suatu metode yang disebut metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode yang tersusun atas langkah-langkah yang sistematis yang digunakan untuk memecahkan masalah. 
Langkah-langkah metode ilmiah yang umum dilakukan adalah sebagai berikut ini:
Ø  Menentukan dan merumuskan masalah: Langkah ini meliputi menentukan dan merumuskan hal-hal apa saja yang perlu diselidiki dan dipelajari untuk memperoleh jawaban. Dalam merumuskan masalah, kita perlu membuat daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan biasanya diawali dengan kata tanya apa, mengapa, siapa, bagaimana, dan di mana. Contoh: mengapa tanaman tumbuh ke arah sinar matahari?
Ø  Mengumpulkan data: Mengamati dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan masalah yang diselidiki. Contoh: tanaman dalam pot tumbuh ke arah jendela.
Ø  Membuat hipotesis: Membuat dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah yang diselidiki. Contoh:pertumbuhan tanaman dipengaruhi cahaya.
Ø  Melakukan eksperimen (percobaan): Percobaan dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis. Biasanya, percobaan dilakukan berulang kali sehingga dapat ditarik kesimpulan yang baik dan benar. Contoh: sepuluh tanaman diberi perlakuan penyinaran di salah satu sisi tanaman tersebut.
Ø  Menarik kesimpulan: Setelah dilakukan beberapa percobaan, maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh cahaya.


Karakteristik Metode Ilmiah

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :

·         Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
·         Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
·         Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.

Landasan empirik ada tiga yaitu :
a)      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b)      Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c)      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.

·         Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.


Untuk dapat menggunakan metode ilmiah dengan baik, para ilmuwan harus memiliki beberapa sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang meliputi:

§  Rasa ingin tahu: Selalu terdorong untuk lebih banyak ingin mengetahui. Caranya dengan membaca buku, bertanya kepada orang yang lebih tahu, mengadakan pengamatan, dan melakukan percobaan sendiri.
§  Kejujuran: Mencatat sesuai dengan hasil pengamatan, meskipun tidak sesuai dengan yang diharapkan.
§  Ketekunan: Tidak mudah putus asa jika hasil percobaan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak segan-segan mengulangi percobaan.
§  Ketelitian: Tidak ceroboh, baik dalarn merencanakan, menggunakan alat maupun bahan, mengukur, mencatat data, mengolah data, dan dalam menarik kesimpulan.
§  Obyektivitas: Pendapat dan kesimpulan yang diarnbil harus berdasarkan fakta yang ada, bukan berdasarkan pendapat pribadi atau orang lain.
§  Keterbukaan: Mau bekerja sarna dengan orang lain, mau menerima kritikan atau saran dari orang lain yang bersifat membangun, dan mau memberikan pengalarnannya kepada orang lain.




http://sheilynurfajriah.blogspot.com/2013/04/pengertian-karakteristik-dan-langkah.html

KARYA ILMIAH, SEMI ILMIAH DAN NON ILMIAH



KARYA ILMIAH

Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris: methodical document adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Menurut pengertian lain karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang genteel dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya genteel, kata-katanya teknis dan dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Karya ilmiah mempunyai 3 ciri yaitu:
  • ·      Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Artinya sesuai dengan objek yang diteliti.
  • ·         Bersifat metodis dan sistematis
  • ·         Menggunakan ragam bahasa ilmiah yang baku dan genteel, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsiran dan makna ganda.

Macam – macam Karya Ilmiah:

ü  a. Karya Ilmiah Pendidikan

Karya Ilmiah pendidikan digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :
1.      Document ( Karya Tulis)
2.      Pra Skripsi
3.      Skripsi yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
4.      Thesis yaitu karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
5.      Disertasi yaitu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar facts dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

ü  b. Karya Ilmiah Penelitian

Karya ilmiah penelitian terdiri dari:
1.      Makalah colloquium
2.      Laporan hasil penelitian
3.      Jurnal Penelitian


Karya Non Ilmiah

Karya tulis non-ilmiah (karya non Ilmiah) adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

Sifat karya non ilmiah :
Ø  Emotif, lebih merupakan refleksi dari sebuah perasaan yang terkadang melampui kebenaran,
Ø  Persuasif, yaitu bersifat mempengaruhi pikiran pembaca,
Ø  Deskriptif subjektif, dalam arti tidak didukung oleh data dan fakta, dan over claiming.

Macam-macam Karya Non Ilmiah :
ü  Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
ü  Dongeng. Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.
ü  Roman. Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
ü  Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita.
ü  Drama. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.


Karya Semi-Ilmiah

Karangan Semi-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya-pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Bentuk Karangan Semi-Ilmiah :
1. Artikel
2. Editorial
3. Opini
4. Feuture
5. Reportase
6. Manga

Ciri – ciri Karangan Semi-Ilmiah
·         Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari  keuntungan dan sedikit informasi.
·         Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
·         Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
·         Kritik tanpa dukungan bukti.
·         Ditulis berdasarkan fakta pribadi
·         Fakta yang disimpulkan subyektif
·         Gaya bahasa formal dan popular
·         Mementingkan diri penulis

 sumber: